Ceremony
Senin, 15 November 2010
Rabu, 03 November 2010
Lima Tips Berbisnis
INI DIA !!!
1. Mintalah secara spesifik
Kapan, di mana, bagaimana, dengan siapa
bisnis dijalankan harus dipaparkan harus jelas.
Sebarapa jauh bisnis akan dikembangkan
sebarapa banyak modal yang diperlukan.
Anda perlu mendefinisikan secara presisi apa yang Anda butuhkan,
mengapa Anda membutuhkannya, dan kapan Anda membutuhkannya.
2. Mintalah kepada seseorang yang mampu membantu Anda
Anda juga harus meminta secara spesifik kepada seseorang
yang mempunyai sumber-sumber dayanya. Nomor satu tentunya modalnya,
tak hanya itu, lebih baik lagi bila ia punya pengalaman bisnisnya sendiri,
pengetahuan, dan kepekaan bisnis.
3. Ciptakanlah nilai bagi orang kepada siapa Anda meminta
Temukanlah bagaimana Anda bisa membantunya dulu. Tunjukanlah
dengan spesifik bagaimana ide Anda bisa menghasilkan uang bagi Anda
maupun dia.
4. Mintalah dengan kepercayaan yang terfokus, yang mantap
Cara paling pasti untuk memastikan kegagalan adalah mensinyalkan
kemenduaan. Kalau Anda sendiri tidak yakin dengan rencana bisnis Anda,
mana mungkin orang lain akan yakin? Jadi, ketika meminta, lakukanlah itu
dengan keyakinan mutlak. Ekspresikanlah dengan kata-kata dan bahasa tubuh
yang mantap.
5. Mintalah hingga Anda dapatkan apa yang Anda inginkan
Ini tidaklah berarti meminta kepada orang yang sama. Ini tidaklah berarti
meminta dengan cara yang persis sama. Ingatlah, Anda perlu mengembangkan
kepekaan dan fleksibilitas pribadi untuk berubah.
Lima Tips Meminta Pinjaman Ketika Mulai Berbisnis ini bisa juga
digunakan dalam bidang kehidupan yang lain kala kita diharuskan
untuk meminta bantuan orang lain.......
1. Mintalah secara spesifik
Kapan, di mana, bagaimana, dengan siapa
bisnis dijalankan harus dipaparkan harus jelas.
Sebarapa jauh bisnis akan dikembangkan
sebarapa banyak modal yang diperlukan.
Anda perlu mendefinisikan secara presisi apa yang Anda butuhkan,
mengapa Anda membutuhkannya, dan kapan Anda membutuhkannya.
2. Mintalah kepada seseorang yang mampu membantu Anda
Anda juga harus meminta secara spesifik kepada seseorang
yang mempunyai sumber-sumber dayanya. Nomor satu tentunya modalnya,
tak hanya itu, lebih baik lagi bila ia punya pengalaman bisnisnya sendiri,
pengetahuan, dan kepekaan bisnis.
3. Ciptakanlah nilai bagi orang kepada siapa Anda meminta
Temukanlah bagaimana Anda bisa membantunya dulu. Tunjukanlah
dengan spesifik bagaimana ide Anda bisa menghasilkan uang bagi Anda
maupun dia.
4. Mintalah dengan kepercayaan yang terfokus, yang mantap
Cara paling pasti untuk memastikan kegagalan adalah mensinyalkan
kemenduaan. Kalau Anda sendiri tidak yakin dengan rencana bisnis Anda,
mana mungkin orang lain akan yakin? Jadi, ketika meminta, lakukanlah itu
dengan keyakinan mutlak. Ekspresikanlah dengan kata-kata dan bahasa tubuh
yang mantap.
5. Mintalah hingga Anda dapatkan apa yang Anda inginkan
Ini tidaklah berarti meminta kepada orang yang sama. Ini tidaklah berarti
meminta dengan cara yang persis sama. Ingatlah, Anda perlu mengembangkan
kepekaan dan fleksibilitas pribadi untuk berubah.
Lima Tips Meminta Pinjaman Ketika Mulai Berbisnis ini bisa juga
digunakan dalam bidang kehidupan yang lain kala kita diharuskan
untuk meminta bantuan orang lain.......
5 Tips Meningkatkan Motivasi Diri
Berikut merupakan tips meningkatkan motivasi diri agar tetap prima dalam berbisnis gann..cekidot !!
Apa jadinya jika seseorang kehilangan motivasi diri, sudah pasti akan berimbas pada kinerja kesehariannya dan ujung-ujungnya adalah datang yang namanya sifat malas.
Semua orang pasti akan mengalami hal demikian, namun yang terpenting di sini adalah bagaimana cara kita meminimalisir agat motivasi diri terjaga dengan baik dan prima, khusus dalam hal ini adalah motivasi bisnis internet.
Motivasi bisnis internet bisa menurun lantaran penghasilan yang diidam-idamkan tak kunjung datang, penghasilan masih belum sesuai harapan atau memang kondisi dalam keadaan tidak mood.
Semua itu memang wajar terjadi, tapi jika hal itu dibiarkan berlarut-larut, tentu saja ini juga berbahaya. Maka solusi terbaik untuk meningkatkan motivasi diri agar tetap bersemangat dalam bisnis internet adalah dengan:
# Perbanyak Membaca
Membaca bisa menjadi solusi bagi Anda yang kehilangan motivasi. Bacalah buku-buku, artikel, ebook dan sumber-sumber terpercaya yang sekiranya bisa meningkatkan gairah Anda datang kembali.
Dengan membaca akan membuka cakrwala Anda kembali, yang tadinya begitu sempit menjadi terang. Dengan membaca pula seolah-olah Anda telah pergi jauh meninggalkan tempat duduk Anda membaca, resapilah, renungilah setiap kata dan kalimat yang ada dan perbandingkan dengan kondisi Anda, maka saya yakin Anda akan menemukan diri Anda kembali.
# Istirahatlah
Bisa jadi motivasi bisnis Anda menurun lantaran Anda terlalu sibuk dengan pekerjaan, memang benar tujuan Anda baik ingin menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin, tapi jika itu sudah berlebihan dan kegiatan yang anda lakukan sudah tidak produktif lagi sehingga motivasi yang tadinya membara ikut-ikutan menurun, tentu saja ini menjadi tidak efektif.
Maka solusi terbaik adalah dengan istirahat, lupakan pekerjaan Anda, keluar sejenak, ambil liburan dengan keluarga, buanglah semua beban yang ada dalam fikiran, rileks dan rasakanlah, maka Anda akan keluar dari hiruk pikuk yang memperbudak Anda dan pada akhirnya stamina dan motivasi Anda kembali prima.
# Bergaullah dengan Orang-orang Suskes dan Penuh Motivasi
Tak dapat dipungkiri, siapa yang ingin menjadi orang yang sukses di suatu bidang, maka berkumpul dengan orang-orang yang telah suskes di bidang tersebut bisa menjadi jawaban.
Orang-orang sukses seperti ini biasanya membawa aura yang bisa memotivasi orang lain, membuat nilai lebih dibanding yang lain, menjadi cahaya di tengah-tengah kegelapan dan menjadi inspirator dalam setiap sepak terjang yang dilakukannya.
Dengan berkumpul dengan orang-orang demikian, akan membuat Anda kecipratan wibawa mereka, sekaligus menjadi cermin bagi diri Anda mengapa sama-sama makan nasi tapi kualitas individu bisa berbeda.
# Berfikirlah Positif
Apa yang Anda fikirkan itulah yang akan terjadi. Sangat disayangkan energi banyak terkuras hanya untuk mengurusi hal-hal yang tidak baik bagi Anda, padahal kita tinggal memilih, jika berfikir negatif outputnya adalah…..Dan jika berfikir positif maka outputnya adalah….
Oleh karena itu, daripada memikirkan hal-hal yang negatif, lebih baik memikirkan hal-hal yang positif. Karena itu akan menjadi energi bagi kita untuk terus termotivasi.
# Ingat Tujuan
Orang yang motivasinya rendah biasanya tidak memiliki tujuan hidup yang jelas, mereka bertindak tanpa memiliki arah dan tujuan yang jelas, banyak waktu luang yang terbuang sia-sia.
Oleh sebab itu, saat Anda menekuni bisnis internet, Anda harus mempunyai tujuan dan sistem bisnis yang jelas. Mengapa harus membuat website, mengapa harus rajin menulis, apa yang dilakukan dengan penghasilan dari bisnis internet, mengapa harus melakukan ini, ini, dan ini, semua itu harus ada arah yang jelas.
Dengan memiliki tujuan yang jelas, akan meminimalisir rasa malas dan menumbuhkan motivasi- motivasi untuk mewujudkan tujuan-tujuan Anda.
Apa jadinya jika seseorang kehilangan motivasi diri, sudah pasti akan berimbas pada kinerja kesehariannya dan ujung-ujungnya adalah datang yang namanya sifat malas.
Semua orang pasti akan mengalami hal demikian, namun yang terpenting di sini adalah bagaimana cara kita meminimalisir agat motivasi diri terjaga dengan baik dan prima, khusus dalam hal ini adalah motivasi bisnis internet.
Motivasi bisnis internet bisa menurun lantaran penghasilan yang diidam-idamkan tak kunjung datang, penghasilan masih belum sesuai harapan atau memang kondisi dalam keadaan tidak mood.
Semua itu memang wajar terjadi, tapi jika hal itu dibiarkan berlarut-larut, tentu saja ini juga berbahaya. Maka solusi terbaik untuk meningkatkan motivasi diri agar tetap bersemangat dalam bisnis internet adalah dengan:
# Perbanyak Membaca
Membaca bisa menjadi solusi bagi Anda yang kehilangan motivasi. Bacalah buku-buku, artikel, ebook dan sumber-sumber terpercaya yang sekiranya bisa meningkatkan gairah Anda datang kembali.
Dengan membaca akan membuka cakrwala Anda kembali, yang tadinya begitu sempit menjadi terang. Dengan membaca pula seolah-olah Anda telah pergi jauh meninggalkan tempat duduk Anda membaca, resapilah, renungilah setiap kata dan kalimat yang ada dan perbandingkan dengan kondisi Anda, maka saya yakin Anda akan menemukan diri Anda kembali.
# Istirahatlah
Bisa jadi motivasi bisnis Anda menurun lantaran Anda terlalu sibuk dengan pekerjaan, memang benar tujuan Anda baik ingin menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin, tapi jika itu sudah berlebihan dan kegiatan yang anda lakukan sudah tidak produktif lagi sehingga motivasi yang tadinya membara ikut-ikutan menurun, tentu saja ini menjadi tidak efektif.
Maka solusi terbaik adalah dengan istirahat, lupakan pekerjaan Anda, keluar sejenak, ambil liburan dengan keluarga, buanglah semua beban yang ada dalam fikiran, rileks dan rasakanlah, maka Anda akan keluar dari hiruk pikuk yang memperbudak Anda dan pada akhirnya stamina dan motivasi Anda kembali prima.
# Bergaullah dengan Orang-orang Suskes dan Penuh Motivasi
Tak dapat dipungkiri, siapa yang ingin menjadi orang yang sukses di suatu bidang, maka berkumpul dengan orang-orang yang telah suskes di bidang tersebut bisa menjadi jawaban.
Orang-orang sukses seperti ini biasanya membawa aura yang bisa memotivasi orang lain, membuat nilai lebih dibanding yang lain, menjadi cahaya di tengah-tengah kegelapan dan menjadi inspirator dalam setiap sepak terjang yang dilakukannya.
Dengan berkumpul dengan orang-orang demikian, akan membuat Anda kecipratan wibawa mereka, sekaligus menjadi cermin bagi diri Anda mengapa sama-sama makan nasi tapi kualitas individu bisa berbeda.
# Berfikirlah Positif
Apa yang Anda fikirkan itulah yang akan terjadi. Sangat disayangkan energi banyak terkuras hanya untuk mengurusi hal-hal yang tidak baik bagi Anda, padahal kita tinggal memilih, jika berfikir negatif outputnya adalah…..Dan jika berfikir positif maka outputnya adalah….
Oleh karena itu, daripada memikirkan hal-hal yang negatif, lebih baik memikirkan hal-hal yang positif. Karena itu akan menjadi energi bagi kita untuk terus termotivasi.
# Ingat Tujuan
Orang yang motivasinya rendah biasanya tidak memiliki tujuan hidup yang jelas, mereka bertindak tanpa memiliki arah dan tujuan yang jelas, banyak waktu luang yang terbuang sia-sia.
Oleh sebab itu, saat Anda menekuni bisnis internet, Anda harus mempunyai tujuan dan sistem bisnis yang jelas. Mengapa harus membuat website, mengapa harus rajin menulis, apa yang dilakukan dengan penghasilan dari bisnis internet, mengapa harus melakukan ini, ini, dan ini, semua itu harus ada arah yang jelas.
Dengan memiliki tujuan yang jelas, akan meminimalisir rasa malas dan menumbuhkan motivasi- motivasi untuk mewujudkan tujuan-tujuan Anda.
Contoh Pengalaman Usaha
Pengalaman saya ini ditujukan untuk pemula yang ingin membuat sebuah usaha jasa, dalam kasus ini saya contohkan perhitungan untuk menentukan harga jual dan bep dalam industri digital printing.
Mudah-mudahan dasar dasar usaha ini dapat membantu siapapun yang ingin memulai atau menjalankan bisnis dibidang ini. Berikut kerangka awalnya.
1. Penentuan modal awal
2. Menghitung bep dan penentuan harga jual
3. Target pengembalian usaha
Nah.. setelah 3 point diatas maka sekarang saya akan membahas detailnya.
Penentuan modal awal, kita tentukan dulu berapa dana kita yang tersedia (diluar dana pinjaman dari bank). Katakan kita memiliki uang sejumlah 400 juta, lalu alokasinya kita gunakan untuk sewa tempat, pembuatan legalitas usaha, renovasi ruang usaha, pembelian pendukung proses kerja, atk, fixtur dan pembelian mesin produksi serta bahan2 yang akan digunakan.
- Sewa tempat (ruko) 2tahun = 70 juta
- Legalitas usaha (CV) = 4 juta
- Renovasi = 10 juta
- Pendukung kerja (komputer) 3 unit x 6juta = 18 juta
- Pendukung kerja (mesin fax) = 1.5 jt
- Pendukung kerja (printer multi function) = 2 jt
- ATK (keperluan perkantoran) = 2 juta
- Fixture (meja office, meja kerja, kursi, dll) = 5 juta
- Mesin produksi (large format printer indoor - outdoor) = 230 juta
- Mesin produksi (cold laminating manual lebar 1.6m) = 10 juta
- Bahan / material produksi (stiker, flexy, paper dll) = 25 juta
Total biaya yang harus disiapkan sekitar 377.5 jt berarti masih ada cadangan deposit 22.5 jt.
Sekarang mari kita hitung untuk bep sekaligus harga jual yang akan kita tentukan dari produksi kita.
Spesifikasi mesin, kapasitas cetak / jam. Kebanyakan supplier penjual mesin printing mengatakan bahwa kecepatan cetak bisa cepat namun kondisi aktual tidak selalu benar karena banyak faktor yang dapat menghambat pekerjaan tsb, contohnya seperti kec. Cetak untuk resolusi 360x720 adalah 14 meter/jam dan 720x720 = 7 meter/jam.
Memang benar jika kita mencetak dengan ukuran 1x7meter akan selesai dalam tempo 1 jam. Namun itu perlu speed tercepat mesin yang mencapai 1000mm/s. Cuma kenyataannya umur motor mesin tersebut akan lebih cepat (harga motor 9-10 juta dan pemakaian speed yang cepat terus menerus paling kuat bertahan 1-1.5 tahun) lalu pekerjaan pencetakan yang cepat perlu conditioning (pengeringan tinta) lebih lama dari biasanya, efeknya hasil cetakan mudah tergores dan bahan cetakan (stiker)sulit untuk diaplikasikan ke media yang akan kita tempel. Jadi kapasitas cetak menurut hemat saya adalah 360x720 = 9 meter dan 720x720 = 5 meter.
Harga bahan cetakan (stiker kualitas baik) 20 ribu/m2, harga konsumsi tinta mesin ini sekitar 6000/m2 namun harga diatas belum termasuk waste yang tidak terpakai 10 - 30%. Kita ambil tertingginya 30% karena sekalian untuk menutupi kegagalan yang akan terjadi. Jadi modal bahan saja sekitar : stiker 27 ribu + tinta 8 rb = 35 ribu untuk setiap meter perseginya. Dari data harga modal material dan kapasitas cetak kita bisa membuat suatu BEP yang saya tentukan selama 2 tahun.
Mesin printing : 24 bulan : hari kerja : jam kerja mesin : kapasitas cetak = alokasi asset mesin
230000000 : 24 : 25 : 6 : 5 = Rp.12.800,-
Sewa tempat : 24 bulan : 30 hari : jam kerja mesin : kapasitas cetak = alokasi sewa tempat
70.000.000 : 24 : 30 : 6 : 5 = Rp.3.250,-
Gaji karyawan & listrik, air, telepon, dll : 25 hari : jam kerja mesin : kapasitas cetak = alokasi operasional
10.000.000 : 25 : 6 : 5 = Rp. 13.300,-
jam kerja mesin tidak sama dengan jam kerja karyawan yang 7-8 jam karena mesin tidak mungkin nonstop 8 jam. dia juga perlu astirahat 1-2 menit setiap selesai pencetakan dan belum lagi kalo ada proses cleaning, maintain berkala dll.
Berarti modal kerja kita sebenernya = alokasi diatas ditambah modal bahan. Jadi hitungannya
12.800 + 3.250 + 13.300 + 35.000 = Rp. 64.350,- ini adalah modal murni kita, jadi kalo kita mau jual stiker dengan harga murah tapi bagus ada dikisaran 90 - 100 ribu. Cuma perlu diketahui sekarang banyak para pemula yang berani menjual harga di kisaran 50 -70 ribu dengan kualitas 720x720 dpi. Biasanya mereka sudah mempunyai klien tetap yang selalu order setiap bulannya dalam kapasitas besar. Sehingga dapat menutupi biaya operasional dan penurunan asset usaha (depresiasi) yang mencapai 25 juta setiap tahunnya.
Nah terkadang kita menemui kendala seperti ini, Saat supplier kita sudah menagih karena pembayaran kita untuk pembelian bahan sudah jatuh tempo, sedangkan tagihan kita di customer masih belum terbayar. Akhirnya kita harus memakai cadangan deposit kita dulu. Parahnya lagi ternyata customer kita bangkrut / fiktif. Saat kita datang menagih, tempat usaha sudah kosong. Ini sudah pernah saya alami. Akhirnya uang kita diluar terancam hilang.
Banyak para pemula yang tidak mengerti hal ini. Seperti kasus dari cerita teman saat menjelang pilkada. Dengan di sodori keuntungan yang besar dia berani membeli 2 unit mesin printing outdoor. Saat proses order sebanyak ribuan meter dia mempercayai begitu saja pada orang yang memberinya order. Ternyata setelah pilkada selesai dan si calon wakli rakyat tidak terpilih pembayarannya menggantung selama 6 bulan. Dan sampai sekarang belum jelas. Sedangkan sudah banyak biaya yang dikeluarkan untuk pembelian material, dan biaya operasional,. Belum lagi penyusutan mesin seperti spare partnya.
untuk menentukan target pengembalian usaha coba kita perluas cakupan usaha ini seperti menerima jasa design, cetak id card, sablon, jasa branding dll. jika menghitung kapasitas cetak mesin dengan cara saya selama 1 bulan yaitu :
5 meter x 6 jam x 25 hari = 750 m2 untuk resolusi 720 x 720 dpi.
dengan operator yang jago dan ahli kapasitas bisa kita tingkatkan menjadi
7 meter x 7 jam x 25 hari = 1.225 m2. nah coba hitung. hitungan pertama kita ambil untung Rp.10.000,- dan yang kedua Rp. 8.000,-? tetap lebih menguntungkan yang kedua. apalgi kalo marketingnya bagus (banyak order) dan ada sistem shift.
7 meter x 20 jam x 30 hari = 4200 m2. nah yang ini keuntungan walaupun kita cuma ambil Rp. 2.500 tetap masih untung dari yang kedua.
Jadi sekedar saran saja bagi yang ingin memulai usaha, harap membuat managemen yang benar2 bagus untuk sistem intern maupun external perusahaan.
Nah demikian sedikit sharing dari saya. Semoga dapat membantu bagi yang ingin membuat usaha percetakan. Sebagai info tambahan. Untuk menekan harga jual paling efisien, kapasitas cetak kalo bisa dimaksimalkan yaitu sebanyak 20 jam kerja mesin atau dibuat shift kerja. Namun marketingnya harus jago dan banyak yang menyebabkan cost operasional pasti akan tinggi.
Mudah-mudahan dasar dasar usaha ini dapat membantu siapapun yang ingin memulai atau menjalankan bisnis dibidang ini. Berikut kerangka awalnya.
1. Penentuan modal awal
2. Menghitung bep dan penentuan harga jual
3. Target pengembalian usaha
Nah.. setelah 3 point diatas maka sekarang saya akan membahas detailnya.
Penentuan modal awal, kita tentukan dulu berapa dana kita yang tersedia (diluar dana pinjaman dari bank). Katakan kita memiliki uang sejumlah 400 juta, lalu alokasinya kita gunakan untuk sewa tempat, pembuatan legalitas usaha, renovasi ruang usaha, pembelian pendukung proses kerja, atk, fixtur dan pembelian mesin produksi serta bahan2 yang akan digunakan.
- Sewa tempat (ruko) 2tahun = 70 juta
- Legalitas usaha (CV) = 4 juta
- Renovasi = 10 juta
- Pendukung kerja (komputer) 3 unit x 6juta = 18 juta
- Pendukung kerja (mesin fax) = 1.5 jt
- Pendukung kerja (printer multi function) = 2 jt
- ATK (keperluan perkantoran) = 2 juta
- Fixture (meja office, meja kerja, kursi, dll) = 5 juta
- Mesin produksi (large format printer indoor - outdoor) = 230 juta
- Mesin produksi (cold laminating manual lebar 1.6m) = 10 juta
- Bahan / material produksi (stiker, flexy, paper dll) = 25 juta
Total biaya yang harus disiapkan sekitar 377.5 jt berarti masih ada cadangan deposit 22.5 jt.
Sekarang mari kita hitung untuk bep sekaligus harga jual yang akan kita tentukan dari produksi kita.
Spesifikasi mesin, kapasitas cetak / jam. Kebanyakan supplier penjual mesin printing mengatakan bahwa kecepatan cetak bisa cepat namun kondisi aktual tidak selalu benar karena banyak faktor yang dapat menghambat pekerjaan tsb, contohnya seperti kec. Cetak untuk resolusi 360x720 adalah 14 meter/jam dan 720x720 = 7 meter/jam.
Memang benar jika kita mencetak dengan ukuran 1x7meter akan selesai dalam tempo 1 jam. Namun itu perlu speed tercepat mesin yang mencapai 1000mm/s. Cuma kenyataannya umur motor mesin tersebut akan lebih cepat (harga motor 9-10 juta dan pemakaian speed yang cepat terus menerus paling kuat bertahan 1-1.5 tahun) lalu pekerjaan pencetakan yang cepat perlu conditioning (pengeringan tinta) lebih lama dari biasanya, efeknya hasil cetakan mudah tergores dan bahan cetakan (stiker)sulit untuk diaplikasikan ke media yang akan kita tempel. Jadi kapasitas cetak menurut hemat saya adalah 360x720 = 9 meter dan 720x720 = 5 meter.
Harga bahan cetakan (stiker kualitas baik) 20 ribu/m2, harga konsumsi tinta mesin ini sekitar 6000/m2 namun harga diatas belum termasuk waste yang tidak terpakai 10 - 30%. Kita ambil tertingginya 30% karena sekalian untuk menutupi kegagalan yang akan terjadi. Jadi modal bahan saja sekitar : stiker 27 ribu + tinta 8 rb = 35 ribu untuk setiap meter perseginya. Dari data harga modal material dan kapasitas cetak kita bisa membuat suatu BEP yang saya tentukan selama 2 tahun.
Mesin printing : 24 bulan : hari kerja : jam kerja mesin : kapasitas cetak = alokasi asset mesin
230000000 : 24 : 25 : 6 : 5 = Rp.12.800,-
Sewa tempat : 24 bulan : 30 hari : jam kerja mesin : kapasitas cetak = alokasi sewa tempat
70.000.000 : 24 : 30 : 6 : 5 = Rp.3.250,-
Gaji karyawan & listrik, air, telepon, dll : 25 hari : jam kerja mesin : kapasitas cetak = alokasi operasional
10.000.000 : 25 : 6 : 5 = Rp. 13.300,-
jam kerja mesin tidak sama dengan jam kerja karyawan yang 7-8 jam karena mesin tidak mungkin nonstop 8 jam. dia juga perlu astirahat 1-2 menit setiap selesai pencetakan dan belum lagi kalo ada proses cleaning, maintain berkala dll.
Berarti modal kerja kita sebenernya = alokasi diatas ditambah modal bahan. Jadi hitungannya
12.800 + 3.250 + 13.300 + 35.000 = Rp. 64.350,- ini adalah modal murni kita, jadi kalo kita mau jual stiker dengan harga murah tapi bagus ada dikisaran 90 - 100 ribu. Cuma perlu diketahui sekarang banyak para pemula yang berani menjual harga di kisaran 50 -70 ribu dengan kualitas 720x720 dpi. Biasanya mereka sudah mempunyai klien tetap yang selalu order setiap bulannya dalam kapasitas besar. Sehingga dapat menutupi biaya operasional dan penurunan asset usaha (depresiasi) yang mencapai 25 juta setiap tahunnya.
Nah terkadang kita menemui kendala seperti ini, Saat supplier kita sudah menagih karena pembayaran kita untuk pembelian bahan sudah jatuh tempo, sedangkan tagihan kita di customer masih belum terbayar. Akhirnya kita harus memakai cadangan deposit kita dulu. Parahnya lagi ternyata customer kita bangkrut / fiktif. Saat kita datang menagih, tempat usaha sudah kosong. Ini sudah pernah saya alami. Akhirnya uang kita diluar terancam hilang.
Banyak para pemula yang tidak mengerti hal ini. Seperti kasus dari cerita teman saat menjelang pilkada. Dengan di sodori keuntungan yang besar dia berani membeli 2 unit mesin printing outdoor. Saat proses order sebanyak ribuan meter dia mempercayai begitu saja pada orang yang memberinya order. Ternyata setelah pilkada selesai dan si calon wakli rakyat tidak terpilih pembayarannya menggantung selama 6 bulan. Dan sampai sekarang belum jelas. Sedangkan sudah banyak biaya yang dikeluarkan untuk pembelian material, dan biaya operasional,. Belum lagi penyusutan mesin seperti spare partnya.
untuk menentukan target pengembalian usaha coba kita perluas cakupan usaha ini seperti menerima jasa design, cetak id card, sablon, jasa branding dll. jika menghitung kapasitas cetak mesin dengan cara saya selama 1 bulan yaitu :
5 meter x 6 jam x 25 hari = 750 m2 untuk resolusi 720 x 720 dpi.
dengan operator yang jago dan ahli kapasitas bisa kita tingkatkan menjadi
7 meter x 7 jam x 25 hari = 1.225 m2. nah coba hitung. hitungan pertama kita ambil untung Rp.10.000,- dan yang kedua Rp. 8.000,-? tetap lebih menguntungkan yang kedua. apalgi kalo marketingnya bagus (banyak order) dan ada sistem shift.
7 meter x 20 jam x 30 hari = 4200 m2. nah yang ini keuntungan walaupun kita cuma ambil Rp. 2.500 tetap masih untung dari yang kedua.
Jadi sekedar saran saja bagi yang ingin memulai usaha, harap membuat managemen yang benar2 bagus untuk sistem intern maupun external perusahaan.
Nah demikian sedikit sharing dari saya. Semoga dapat membantu bagi yang ingin membuat usaha percetakan. Sebagai info tambahan. Untuk menekan harga jual paling efisien, kapasitas cetak kalo bisa dimaksimalkan yaitu sebanyak 20 jam kerja mesin atau dibuat shift kerja. Namun marketingnya harus jago dan banyak yang menyebabkan cost operasional pasti akan tinggi.
Sifat - sifat Entrepreneur
Dream : seorang wirausaha pasti mempunyai keinginan terhadap masa depannya maupun bisnisnya. .Misalnya kita ingin bahwa bisnis internet kita menjadi bisnis yang besar dimana semua orang bisa mengenal dan membutuhkan produk yang kita jual maka kita harus mampu mewujudkannya menjadi kenyataan (make your dream come true)
Decisiveness : seorang wirausaha tidak boleh lambat dalam menjalankan usahanya, harus bisa dengan cepat dan tepat dalam mengambil keputusan. Karena hal ini merupakan faktor kunci dalam kesuksesan bisnis. Misalnya dalam hal melakukan negosiasi dengan konsumen maka kesepakatan antara penjual dan pembeli harus sesegera mungkin diputuskan, apakah akan terjadi pembelian atau tidak. Ketidaktegasan dalam mengambil keputusan akan sangat berdampak pada bisnis yang dijalankan.
Doers : seorang wirausaha tidak mau menunda-nunda kesempatan atau peluang usaha yang ada dihadapannya. Misalnya menjelang lebaran, seorang wirausaha yang kreatif maka dia akan menjual produk yang sangat dibutuhkan oleh konsumen ketika berlebaran. Produk yang dijual bisa berupa pakaian baru, kue-kue kering atau parsel.
Determination : seorang wirausaha menjalankan bisnisnya dengan penuh perhatian, rasa tanggung jawab yang tinggi, tidak mau menyerah walaupun dihadapkan pada berbagai macam rintangan. Apalagi persaingan usaha di dunia nyata maupun dunia maya (internet) semakin kompetitif. Sebagai contoh, sekarang di internet orang akan dengan mudahnya menawarkan produk yang akan dijual melalui berbagai macam forum jual beli seperti kaskus dll. Hal ini jelas akan menimbulkan peluang usaha di satu sisi dan persaingan yang semakin kompetitif diantara penjual produk sejenis.
Dedication : seorang wirausaha memusatkan perhatian dan kegiatannya semata-mata untuk bisnisnya dan tidak mengenal lelah, misalnya melaksanakan pekerjaannya 7 hari dalam seminggu atau mengisi waktu-waktu luangnya dengan berbisnis di internet, pagi hari bekerja kantoran malam hari bisa melaksanakan bisnis sampingan.
Devotion : seorang wirausaha harus mencintai pekerjaannya atau bisnisnya termasuk produk yang dijualnya. Untuk bisa mencintai bisnisnya maka wirausaha harus bisa mengenal terlebih dahulu bisnis yang akan digelutinya. Misalnya apakah bisnisnya bergerak di bidang agraris, ekstraktif, industri, perdagangan atau jasa. Untuk bisa mengenal produk yang dijualnya maka terlebih dahulu wirausaha memahami apa saja yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen dalam arti mampu menganalisis kebutuhan dan keinginan konsumen. Kemudian memahami spesifikasi dari produk yang dijualnya seperti merk, jenis barang, berat bersih, informasi, komposisi, produsen, dan harga produk.
Detail : seorang wirausaha sangat memperhatikan faktor-faktor yang dapat meghambat bisnisnya secara rinci. Sekecil apapun faktor tersebut sebaiknya tidak boleh diabaikan. Contoh faktor penghambat bisnis adalah kurang berpengalaman, kurangnya modal, kurang perhatian terhadap usaha, kalah bersaing, lemahnya penguasaan teknologi, masalah pemasaran yang terbatas, dan faktor alam seperti bencana alam.
Destiny : seorang wirausaha bebas dalam menentukan nasib dan tujuan bisnisnya serta tidak bergantung pada orang lain. Dalam hal ini sikap yang sangat penting dalam menjalankan bisnis adalah rasa percaya diri atau keyakinan akan kemampuan diri sendiri bahwa bisnis dapat dijalankan dengan baik tanpa bergantung kepada orang lain.
Dollars : seorang wirausaha tidak mengutamakan mencapai kekayaan, motivasinya bukan semata-mata karena uang. Uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. Jika wirausaha berhasil maka ia pantas mendapatkan laba, bonus, dan hadiah. Kelangsungan hidup bisnis menjadi faktor yang sangat utama untuk diperhatikan (survival)
Distribute ; seorang wirausaha harus bisa menyalurkan bakat dan kemampuan bisnisnya kepada orang lain, misalnya dengan mengajak kerjasama bisnis atau memberikan tips-tips sukses berjualan diinternet kepada sesama pebisnis.
Decisiveness : seorang wirausaha tidak boleh lambat dalam menjalankan usahanya, harus bisa dengan cepat dan tepat dalam mengambil keputusan. Karena hal ini merupakan faktor kunci dalam kesuksesan bisnis. Misalnya dalam hal melakukan negosiasi dengan konsumen maka kesepakatan antara penjual dan pembeli harus sesegera mungkin diputuskan, apakah akan terjadi pembelian atau tidak. Ketidaktegasan dalam mengambil keputusan akan sangat berdampak pada bisnis yang dijalankan.
Doers : seorang wirausaha tidak mau menunda-nunda kesempatan atau peluang usaha yang ada dihadapannya. Misalnya menjelang lebaran, seorang wirausaha yang kreatif maka dia akan menjual produk yang sangat dibutuhkan oleh konsumen ketika berlebaran. Produk yang dijual bisa berupa pakaian baru, kue-kue kering atau parsel.
Determination : seorang wirausaha menjalankan bisnisnya dengan penuh perhatian, rasa tanggung jawab yang tinggi, tidak mau menyerah walaupun dihadapkan pada berbagai macam rintangan. Apalagi persaingan usaha di dunia nyata maupun dunia maya (internet) semakin kompetitif. Sebagai contoh, sekarang di internet orang akan dengan mudahnya menawarkan produk yang akan dijual melalui berbagai macam forum jual beli seperti kaskus dll. Hal ini jelas akan menimbulkan peluang usaha di satu sisi dan persaingan yang semakin kompetitif diantara penjual produk sejenis.
Dedication : seorang wirausaha memusatkan perhatian dan kegiatannya semata-mata untuk bisnisnya dan tidak mengenal lelah, misalnya melaksanakan pekerjaannya 7 hari dalam seminggu atau mengisi waktu-waktu luangnya dengan berbisnis di internet, pagi hari bekerja kantoran malam hari bisa melaksanakan bisnis sampingan.
Devotion : seorang wirausaha harus mencintai pekerjaannya atau bisnisnya termasuk produk yang dijualnya. Untuk bisa mencintai bisnisnya maka wirausaha harus bisa mengenal terlebih dahulu bisnis yang akan digelutinya. Misalnya apakah bisnisnya bergerak di bidang agraris, ekstraktif, industri, perdagangan atau jasa. Untuk bisa mengenal produk yang dijualnya maka terlebih dahulu wirausaha memahami apa saja yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen dalam arti mampu menganalisis kebutuhan dan keinginan konsumen. Kemudian memahami spesifikasi dari produk yang dijualnya seperti merk, jenis barang, berat bersih, informasi, komposisi, produsen, dan harga produk.
Detail : seorang wirausaha sangat memperhatikan faktor-faktor yang dapat meghambat bisnisnya secara rinci. Sekecil apapun faktor tersebut sebaiknya tidak boleh diabaikan. Contoh faktor penghambat bisnis adalah kurang berpengalaman, kurangnya modal, kurang perhatian terhadap usaha, kalah bersaing, lemahnya penguasaan teknologi, masalah pemasaran yang terbatas, dan faktor alam seperti bencana alam.
Destiny : seorang wirausaha bebas dalam menentukan nasib dan tujuan bisnisnya serta tidak bergantung pada orang lain. Dalam hal ini sikap yang sangat penting dalam menjalankan bisnis adalah rasa percaya diri atau keyakinan akan kemampuan diri sendiri bahwa bisnis dapat dijalankan dengan baik tanpa bergantung kepada orang lain.
Dollars : seorang wirausaha tidak mengutamakan mencapai kekayaan, motivasinya bukan semata-mata karena uang. Uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. Jika wirausaha berhasil maka ia pantas mendapatkan laba, bonus, dan hadiah. Kelangsungan hidup bisnis menjadi faktor yang sangat utama untuk diperhatikan (survival)
Distribute ; seorang wirausaha harus bisa menyalurkan bakat dan kemampuan bisnisnya kepada orang lain, misalnya dengan mengajak kerjasama bisnis atau memberikan tips-tips sukses berjualan diinternet kepada sesama pebisnis.
Langganan:
Postingan (Atom)